Home » » ADAB DAN SEBAB TERKABULNYA DO’A

ADAB DAN SEBAB TERKABULNYA DO’A

Written By aisyah heru on Friday, 14 June 2013 | 19:36


ADAB DAN SEBAB TERKABULNYA DO’A

Diantara adab berdo’a dan beberapa factor penyebab dikabulkannya do’a adalah sebagai berikut:
1.       Ikhlas karena Alloh Subhaanahu Wata’aala semata. (QS: Al-Mu’min:14), (QS: Al-Bayyinah:5).
2.       Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Alloh Subhaanahu Wata’aala, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atasRasuululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallam dan diakhiri denagn hal yang sama.
3.       Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan.
4.       Mendesak dengan penuh kerendahan daam berdo’a dan tidak terburu-buru.
5.       Menghadirkan hati dalam berdo’a.
6.       Memenjatkan do’a baik dalam keadaan lapang maupun susah.
7.       Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Alloh Subhaanahu Wata’aala semata.
8.       Tidak mendoakkan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri.
9.       Merendahkan suara ketika berdo’a yaitu antara samar dan keras. (QQS: Al-a’raaf:5, 205)
10.   Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan aasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Alloh Subhaanahu Wata’aalaatas nikmat tersebut.
11.   Tidak membani diri dengan membuat sajak dalam berdo’a.
12.   Tadharru’ (merendahkan diri), khusyu’, roghbah (berharap untuk dikabulkan). (QS: Al-Anbiyaa’:90)
13.   Mengembalikan (hakorang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.
14.   Memanjatkan do’a tiga kali.
15.   Menghadapa kiblat.
16.   Mengangkat tangan ketika berdo’a.
17.   Jika munkin berwudhu’ terlebih dahulu sebelum berdo’a.
18.   Tidak berlebih-lebihan dalam berdo’a.
19.   Bertawassul kepada Alloh Subhaanahu Wata’aala dengan Asmaaul Husna dan sifat-sifat-Nya yang Mahatinggi, atau dengan amal sholih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan do’a seorang shaalih yang masih hidup dan berada dihadapannya.
20.   Makanandan minuman yang dikomsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.
21.   Tidak berdo’a untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahmi.
22.   Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
23.   Harus meneggakkan amar ma’ruuf nahi munkar (menyuruh kepada kebaikkan dan mencegah kemungkaran).
24.   Hendaklah orang yang berdo’a memulai dengan mendoakkan diri sendiri, jika dia hendak mendoakkan orang lain.



·         Cara mengangkat tangan dalam berdo’a.

1.       Ibnu ‘Abbas Radhiyallohu ‘anhu berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdo’a adalah dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak dan beristighfar dengan berisyarat satu jari. Adapun ibtihal  yaitu (istighatsah) mengangkat kedua tangan tiggi-tinggi.
2.       Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata: “aku melihat Ibnu ‘Umar berdo’a di  Al-Qashi, beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua teapak tangannya dihadakan kearah wajahnya.”
3.       Adapun do’a Istisqa’  (minta hujan) dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahka punggung telapak tangannya ke langit.  Dari Annas Radhiyallohu ‘anhu bahwa beliau melihat Nabi Shallallohu ‘alaihi Wasallam berdo’a saat Isitisqa’ dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi mengarahkan punggung telapak tangan ke langit, dan mengarahkan tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih keda ketiak beliau.

·         Tentang mengusap muka.

1.       Tidak ada satupun satu hadist yang shahih tentang mengusap muka dengan kedua telapak tanan setelah berdo’a. semua hadistnya sangat lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai hujjah (dalil). Jadi, tidak boleh dijadikan alas an tentang alas an bolehnya mengusap muka.
2.       Karena tidak ada contoh dari Rasuululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallam, maka mengamalakannya adalah bid’ah.
3.       Begitu juga tidak ada satupun riwayat yang shahih dari Nbi Shallallohu ‘alaihi Wasallamdan tidak juga para Sahabatnya tentang mengusap muka sesudah qunut nazilah.
4.       Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rohimahulloh berkata: “Adapun tentang Nabi Shallallohu ‘alaihi Wasallam mengangkat kedua tangannya di waktu berdo’a, maka sesunguhnya telah diriwayatkan hadits yang shahih lagi banyak (jumlahnya). Sedangkan tentang mengusap muka, tidak ada satupun hadist yang shohih. Ada satu atau dua hadits, tetapi tidak dapat dijadikan hujjah.”
5.       Imam al-‘Izz bin ‘Abdissalaam Rahimahulloh berkata: “tidak ada yang melakukannya ((mengusap muka setelah berdo’a) kecuali orang yang bodoh”
6.       Imam an-Nawawi Rohimahulloh berkata: “Tidak ada sunnahnya mengusap muka.”

  Do’a penting yang dimohonkan oleh seorang hamba:

1.       Memohonkan hidayah/ petunjuk kepada Alloh Subhaanahu Wata’ala , yaitu hidayah taufiq agar ditunjukki di atas jalan yang haq.
2.       Memohon kepada Alloh Subhaanahu Wata’ala agar diampuni segala dosa yang dilakukan, karena setiap hari siang dan malam seorang hamba tidak luput dari berbuat dosa dan maksiat.
3.       Memohon kepada Alloh Subhaanahu Wata’ala agar dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari api neraka.
4.       Memohon kepada Alloh Subhaanahu Wata’ala keselamatan didunia dan di akhirat, serta dijauhkan dari berbagai macam bencana dan malapetaka.
5.       Memohon kepada Alloh Subhaanahu Wata’ala agar hatinya ditetapkan diatas agama dan tetap istiqomah dalam melaksanakan ketaatannya kepada=Nya.
6.       Memohon kepada Alloh Subhaanahu Wata’ala agar ditetapkan nikmat Islam, Sunnah, dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya.

Dalam buku Do’a dan Wirid mengobati guna-guna dan sihir menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah karangan Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawaz.


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. aisyah sholihah - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template